Wok The Talk...

Sunday, October 17, 2010

Air Rebusan Serai...

Jika anda seorang yang tidak suka membazir wang. Kaedah serupa ini amat berguna untuk menjimatkan wang dan juga berkhasiat lagi bermutu tinggi.

Sekarang ramai orang ingin mengamalkan gaya hidup sehat. Seperti mengunakan bahan-bahan organik dan pemakanan sehat yang tiada berunsur kimia dan pengawetan. Amalan yang baik kita kongsi bersama.



Minum Air Rebusan Serai. Ini adalah amalan orang dedulu dari nenek dan ibu saya. Senang sahaja air rebusan masukan beberapa batang serai yang telah di titik dan masak di api kecil agak lama sedikit dalam 30 minute atau lebih. Apabila air rebusan dan siap tunggu sehingga suam. Bancuhkan bersama madu dan limau nipis atau lemon. Selalunya saya buat lebih sedikit dan di simpan di dalam peti ais yakni keperluan seminggu.

Khasiatnya: Adalah satu minuman yang sangat baik untuk wanita selepas bersalin, pembuangan lemak, pembuangan toxic dan menghindarkan sakit kepala. TERKINI ada fakta menunjukan bawahsahnya minuman air serai atau lemon grass ini dapat menangkis pertumbuhan kanser.

Petikan
Allison Kaplan Sommer April 02, 2006

A drink with as little as one gram of lemon grass contains enough citral to promptcancer cells to commit suicide in the test tube. He also felt a responsibility to know what to tell his customers about its use. 'When I realized what was happening, I picked up the phone and called Dr. Weinstein at Ben-Gurion University , because these people were asking me exactly the best way to consume the citral. He said to put the loose grass in hot water, and drink about eight glasses each day.'

Zabidov is pleased by the findings, not simply because it means business for his farm, but because it might influence his own health. Even before the news of its benefits were demonstrated, he and his family had been drinking lemon grass in hot water for years, 'just because it tastes good.' 

InsyaAllah jika ada masa terluang saya akan kongsi lagi mengenai pemakanan sehat. Yelah kita makan macam-macam hampir setiap hari. Adakala kita kene sulami dengan kaedah seperti ini untuk menghilangkan toxic di dalam badan sebelom timbul kemudaratan. Semoga kita perolehi kesejahteraan dalam hidup. Amin.

Saturday, October 16, 2010

Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya...

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.
“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]
Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.
Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.
Sombong
Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.
Allah melarang kita untuk menjadi sombong:
“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]
“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]
Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:
“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]
Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.
Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.
Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]
Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?
‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)
Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.
Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.
Iri dan Dengki
Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]
Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]
Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.
Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)
Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:
“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]
Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.
Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)

Adab-Adab Makan buat panduan bersama...

a. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.
Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)
b. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Daud, Hadits Hasan)
Inilah lafadznya,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وََرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”
Atau bisa pula dengan doa berikut,

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَنْدًا كثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيهِ غَيْرَ (مَكْفِيٍّ وَ لاَ) مُوَدَّعٍ وَ لاَ مُسْتَغْنَيً عَنْهُ رَبَّناَ
“Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita.” (HR. Bukhari VI/214 dan Tirmidzi dengan lafalnya V/507)
c. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.
Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)
d. Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR. Bukhari Muslim)
e. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.
Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim, Abu Daud)
f. Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan.
Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi)
g. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)
h. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh.
Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim)
i. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan.
j. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.
k. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan.
l. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.
Maroji’:
Disadur dari: Adab adab Harian Muslim, Ibnu Katsir

Friday, October 15, 2010

Soup Ikan Tenggiri dan Cendawan


Seperti biasa hari-hari panas seperti sekarang ini masakan yang best adalah masakan bersoup. Masakan ini pun kalau di makan bersama sambal belacan memang Ommphhh....

Mudah jerr

Seekor kecil ikan tengiri di buang tulang menjadikan ia fillet
Hiris bawang besar,bawang putih serta halia (lebih sedikit)

Tumis bawangan tadi sehingga wangi. Masukan fillet yang telah di hiris halus dan di buang tulang tadi apabila soup mendidih. Masukan garam dan lada sula secukup rasa. Taburkan bawang goreng dan juga daun soup penyedap rasa.

Apabila semua telah mendidih masukan cendawan yang telah di bersihkan. Maaf saya tak tahu nama cendawan ini dia macam taugeh gitu tapi sungguh enak.

Siaran Pok pek Pok pek 
Suami saya pesan, dalam berkata-kata mesti yang baik-baik sahaja. Lawan keburukan dengan kebaikan insyaAllah Allah swt maha mengetahui apa yang kita tidak ketahui. Keangkuhan dan ego membuat orang bertambah emosi. Jika orang fitnah kita, kita doakan yang terbaik buat mereka agar mereka sedar dan insaf. 
Esok-esok dia penat dia senyap lah...awak teruskan jerr blog masak memasak nih dan kasi nasihat sikit...Baiklah...Amin sejuk hati saya. 
Tulah jgn Eat Junk, become Junk's....
jengkolan punya olang tak cun langsung....ooopsss....hehehehhe....

Thursday, October 14, 2010

Ketekunan Mem Aluyah Kueh Lapis...

 

Lihat gambar tertera di atas ini. Ini bukan gambar AJAIB! ini adalah kenyataan. Percaya tidak sahabat baik saya yaitu Mem Aluyah Kueh Lapis dari seberang seorang surirumahtangga yang AJAIB bisa membuat juadah yang mulanya tampak mudah tapi dapat di lahirkan begitu cantik dan di luar jangkaan. Saya rumuskan adek saya ini memakai ruler besi!

Saya pun agak 'fikiran' seketika membelek kiri dan kanan bagaimana beliau boleh melakukannya dengan begitu telaten sekali. Ini yang di namakan 'Di mana ada Usaha di Situ ada Kejayaan'.

Memasak ini tidaklah serumit seperti ramai jangkakan. Jika anda berminat, mengemari memang jalan terbuka luas. Saya ingin memberi Inspirasi pada adek-adek saya sering berkunjung ke blog saya. Kerana merekalah lahirnya blog KualiBuruk ini.

Malah adek-adek inilah yang mendorong saya dan support saya dalam memberi banyak juga idea dan motivasi untuk bangkit dan masak. Bukan selalu kita rajin. Penyakit MALAS memang selalu menunggu nombor untuk bangkit.

Mereka juga tidak pernah berkecil hati apabila setiap bingkisan entry saya selang-selikan dengan nasihat, kerana mereka tahu saya sangat menyayangi mereka yang sering berkunjung di blog ini. Buat tetamu yang baru mengikuti saya pun saya sungguh berbesar hati kerana ber'followan' saya. Terimakasehhhhhh!.....

Blog ini tidaklah seberapa, ianya tercipta atas dasar himpunan sahabat-sahabat yang ingin mengongsi pengalaman hidup dan rumpunan resepi mudah malah santai.

Bukan kami tiada buku-buku resepi, malah banyak tapi tidaklah satu almari. Melampaukan satu almari pulak hahahahahahhahaha....Dan bukan kami mengejar glamer nak berlawan antara satu sama lain nauzubillah jauh sekali. Kami telah mengenali antara satu sama lain ada yang melebihi 8 tahun lamanya...

So, tiada timbul soal Who's stabbing who? dalam context membuat blog. Alahai berblogging ini bukan baru bagi kami. Kami telah melibatkan diri dalam activities ini selama bertahun-tahun lamanya. Kami buka-tutup blog ikut sukahati kami sahaja. Lebih-lebih lagi saya. Blog saya bersepah-sepah. Namun sifat setia kawan selalu ada.

Dulu saya inginkan blog ini khas buat masakan sahaja. Akan tetapi setelah terjadi 'pemberontak' dari salah seorang pengunjung...yang saya juga tidak tahu menahu bila masa dia jadi pemerhati bebas dalam blog saya. Maka saya akan jadikan blog masakan saya ini lebih berinti-pati. Alhamdullillah setiap musibah yang datang memberi saya satu perangsang dan idea yang baru. Syukurlah.

P.S. Nukilan rasa jika ingin marahkan saya silakan marahlah makilah saya, tapi jangan marah dan maki anak-anak serta suami saya. Mereka tidak bersalah dan saya tidak pernah maki-hamun orang sessukahati saya lebih-lebih lagi keluarga mereka. So jadilah manusia yang lebih prihatin dan waras dalam menangani masaalah peribodi....hehehehhe jgn cepat naik loktang tak tentu pasal tanpa usul periksa...terlajak perahu boleh di undur telajak kata rosak dan makan diri sendiri.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...